Seri Federal III Tahun 1948

Merupakan Seri DE JAVASCHE BANK yang terakhir


Terdiri dari 3 pecahan yaitu setengah roepiah, satoe roepiah dan doea roepiah setengah. Pada seri ini dipergunakan dua macam mata uang yaitu roepiah dan gulden dengan perbandingan yang sama. Ejaan yang dipergunakan adalah ejaan lama.


PECAHAN SETENGAH ROEPIAH (VIJFTIG CENT)


Berwarna ungu muda dengan gambar depan bunga anggrek bulan berharga sekitar Rp. 100.000,- perlembar UNC.
Terdiri dari 5 variasi nomor seri:

a. Huruf A kecil di atas 1 angka kecil

b. Huruf A kecil di atas 2 angka kecil




c. Huruf AA di atas 2 angka besar




d. Huruf AB di atas 2 huruf besar




e. Huruf A besar di atas 2 angka besar





PECAHAN SATOE ROEPIAH (EEN GULDEN)

Berwarna biru dengan gambar pohon kelapa, berharga sekitar Rp. 150.000,- perlembar UNC.
Terdiri dari 5 variasi nomor seri:


a. Huruf B kecil di atas 1 angka kecil




b. Huruf B kecil di atas 2 angka kecil




c. Huruf BB sedang di atas 1 angka sedang




d. Huruf BB sedang di atas 2 angka sedang




e. Huruf B besar di atas 2 angka besar





PECAHAN DOEA ROEPIAH SETENGAH (TWEE EN EEN HALVE GULDEN)

Berwarna merah muda dengan gambar bunga melati. Pecahan ini yang tersulit untuk didapatkan, harga perlembar UNC sekitar Rp.250.000,-
Terdiri dari 3 variasi nomor seri:



a. Huruf c kecil di atas 1 angka kecil




b. Huruf c kecil di atas 2 angka kecil



c. Huruf C besar di atas 2 angka besar




Selain bentuk beredarnya juga terdapat bentuk SPECIMEN yang bernomor seri 000000.
Bentuk ini selain langka juga mempunyai harga yang tinggi, lebih dari Rp. 6 juta per set



Seri Federal III 1948 SPECIMEN (000000)


KESIMPULAN
1. Seri terakhir De Javasche Bank sebelum di nasionalisai menjadi Bank Indonesia
2. Cukup banyak variasi nomor serinya, beberapa cukup sukar ditemukan
3. Pecahan 2,5 roepiah yang tersulit dicari untuk kondisi UNC nya
4. Terdapat bentuk SPECIMEN yang bernilai tinggi

Leave a Reply

Diberdayakan oleh Blogger.

Social Icons

Social Icons

Featured Posts